MALANG, 18 Juni 2026 – Dalam rangka mengakselerasi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Target 4 mengenai Pendidikan Berkualitas, Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (FIS UM) menyelenggarakan agenda akademik strategis. Acara yang memadukan kuliah tamu dan penandatanganan Implementation Arrangement (IA) ini dilaksanakan secara luring di Aula Ki Hajar Dewantara FIS UM.
Agenda ilmiah ini dihadiri oleh 90 peserta yang terdiri dari kalangan dosen dan mahasiswa. Kuliah tamu kali ini mengangkat fokus pembahasan yang krusial bagi pengembangan metodologi historis, yakni “Penguatan Sejarah Riset Lisan dan Studi Banding Laboratorium Departemen Sejarah UM”. Dua pakar senior dihadirkan sebagai pembicara utama, yaitu Arif Subekti, M.A. dan Aditya Nugroho Widiadi, Ph.D., yang mengupas tuntas urgensi standardisasi riset lisan serta tata kelola laboratorium sejarah yang modern.
Selain pendalaman materi riset, momentum ini juga dioptimalkan untuk meresmikan kemitraan formal. Prosesi penandatanganan dokumen IA dilakukan secara langsung oleh Aditya Nugroho Widiadi, Ph.D. selaku PLT Kepala Departemen Sejarah UM, dan Wahyu Setyaningsih, M.A. yang bertindak sebagai Sekretaris Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) UIN Salatiga. Kesepakatan tertulis ini menjadi landasan hukum yang kuat bagi kedua belah pihak untuk bersinergi di masa depan.
Ruang lingkup kerja sama yang disepakati dalam IA ini berorientasi pada tiga pilar utama, meliputi kolaborasi riset berskala nasional, penerbitan jurnal ilmiah bersama, hingga kolaborasi pengembangan fungsi laboratorium instruksional. Melalui integrasi fasilitas dan keahlian dari kedua institusi, program ini diharapkan mampu menjadi stimulus konkrit dalam menciptakan ekosistem akademik yang lebih dinamis.
Langkah taktis yang diinisiasi oleh Departemen Sejarah FIS UM ini mempertegas komitmen nyata universitas dalam mendukung transformasi mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan. Kolaborasi lintas institusi ini ditargetkan mampu meningkatkan standar luaran riset mahasiswa maupun dosen, sekaligus memperluas aksesibilitas terhadap sumber daya laboratorium yang representatif demi melahirkan lulusan bidang sejarah yang kompeten.




Recent Comments